Sunday, January 19, 2014

PETA

A.BENTUK – BENTUK KENAMPAKAN ALAMIAH PADA PETA
1. GUNUNG :ADALAH SUATU TONJOLAN PADA PERMUKAAN BUMI YANG BIASANYA BERBENTUK KERUCUT
GUNUNG PADA PETA DIGAMBARKAN DGN MENGGUNAKAN SEGITIGA SAMA KAKI.
GUNUNG YANG MASIH AKTIF (berapi) DIGAMBAR DGN SIMBOL
GUNUNG YANG TIDAK AKTIF DIGAMBAR DGN SIMBOL
2. PEGUNUNGAN, DATARAN TINGGI, DAN DATARAN RENDAH
WARNA HIJAU = DATARAN RENDAH 0 – 200 M
WARNA KUNING = DATARAN TINGGI200 – 1500 M
WARNA COKLAT =PEGUNUNGAN > 1 500 M
Contoh dataran tinggi Dieng
3. HUTAN : KUMPULAN TUMBUHAN YANG LUAS
HUTAN DIGAMBAR-KAN DENGAN SIMBOL TITIK
4.SUNGAI :BAGIAN DARI PERMUKAAN BUMI YANG BERALUR DAN MENJADI TEMPAT AIR MENGALIR

SUNGAI : PADA PETA DIGAMBAR DGN SIMBOL GARIS WARNA BIRU
5.DANAU : CEKUNGAN BESAR DI PERMUKAAN BUMI YANG BERISI AIR
DIGAMBAR DENGAN SIMBOL WARNA BIRU
RAWA : DATARAN RENDAH YANG SELALU DIGENANGI AIR,BIASANYA DITUMBUHI TUMBUHAN AIR
PADA PETA DIGAMBAR DGN WARNA BIRU MUDA/HIJAU,DGN GARIS WARNA HITAM PUTUS-PUTUS SEJAJAR
LAUT : CEKUNGAN BESAR DI PERMUKAAN BUMIYANG BERISI AIR ASIN
DI PETA DIGAMBARKAN DENGAN WARNA BIRU:
BIRU MUDA : LAUT DANGKAL 0-200 M
BIRU TUA : LAUT DALAM > 200 M
CONTOH LAUT

2. BENTUK – BENTUK KENAMPAKAN BUATAN PADA PETA
1.JALAN:
JALAN RAYA DIGAMBAR MENGGUNAKAN SIMBOL GARIS WARNA MERAH
2. REL KERETA API :
3. KOTA :
IBUKOTA NEGARA
IBUKOTA PROPINSI
KOTA
4. PELABUHAN LAUT
B. PENAMPANG MELINTANG BENTUK MUKA BUMI
1.PENAMPANG MELINTANG DARATAN :
A. DATARAN RENDAH : 0 – 200 M
B. DATARAN TINGGI : 200 – 1500 M
C. GUNUNG : PERMUKAAN BUMI YANG MENONJOL MEMPUNYAI LERENG DAN PUNCAK
D. PEGUNUNGAN : KUMPULAN GUNUNG YANG MEMBENTUK RANGKAIAN
E. LEMBAH : RELIEF BUMI BERBENTUK CEKUNG BIASANYA DIKELILINGI PEGUNUNGAN
2. PENAMPANG MELINTANG BENTUK MUKA BUMI DASAR LAUT
PAPARAN BENUA / SHELF: DASAR LAUT YANG BERBENTUK LANDAI ,TERLETAK DI PINGGIR BENUA.
LUBUK LAUT : DASAR LAUT BERBENTUK CEKUNG SEPERTI JAMBANGAN
PALUNG LAUT / TROG : DASAR LAUT YANG CURAM, SEMPIT DAN MEMANJANG (JURANG LAUT )
AMBANG LAUT : PEGUNUNGAN DI DASAR LAUT, YANG MEMISAHKAN DUA LAUT DALAM.
GUNUNG LAUT : GUNUNG YANG KAKINYA DI DASAR LAUT.
PUNGUNG LAUT : PEGUNUNGAN DI DASAR LAUT YANG PUNCAKNYA MUNCUL DI PERMUKAAN LAUT
RELIEF DASAR LAUT
CONTOH RELIEF DASAR LAUT
GUNUNG KRAKATAU
Contoh Relief Permukaan Bumi
Dgn Peta KOntur
Contoh peta Tofografi/Peta Kontur
C. BENTUK DAN POLA OBJEK GEOGRAFI BERDASARKAN BENTANG ALAM
1.CUACA DAN IKLIM
- DI DAERAH PEGUNUNGAN TERDAPAT ANGIN GUNUNG DAN ANGIN LEMBAH
- DI DAERAH DATARAN RENDAH DIPENGARUHI ANGIN DARAT DAN ANGIN LAUT
2. JENIS TANAH
TANAH TERSUSUN DARI :
BAHAN ORGANIK (DARI SISA MAKLUK HIDUP YANG MATI DAN LAPUK )
BAHAN AN ORGANIK ( MINERAL ).-PELAPUKAN BATUAN.
PEMBENTUKAN TANAH DIPENGARUHI OLEH :
ORGANISME, BATUAN INDUK, IKLIM, DAN TOPOGRAFI.
DI DAERAH DATARAN RENDAH BERUPA TANAH ALUVIAL( BERASAL DARI ENDAPAN LUMPUR DI SUNGAI ).COCOK UNTUK TANAMAN PADI, ATAU PALAWIJA
DI DAERAH DATARAN TINGGI TERBENTUK TANAH VULKANIK ( BERASAL DARI PELAPUKAN BATU VULKANIK ) COCOK KEGIATAN PERTANIAN SAYURAN, DAN PERKEBUNAN.
3.FLORA DAN FAUNA
PERSEBARAN FLORA DAN FAUNA DIPERMUKAAN BUMI DIPENGARUHI OLEH :
SINAR MATAHARI
JENIS TANAH
KEMIRINGAN LERENG ( KETINGGIAN TEMPAT )
KELEMBABAN UDARA
FLORA : DUNIA TUMBUHAN BAIK YANG DITANAM MAUPUN YANG TUMBUH DENGAN SENDIRINYA.
DI PEGUNUNGAN : HUTAN.
DI DAERAH PESISIR : HUTAN BAKAU.
DI DAERAH SABANA : TERDAPAT PADANG RUMPUT
FAUNA : DUNIA HEWAN BAIK YANG DIPELIHARA MAUPUN YANG HIDUP LIAR
DI HUTAN : HARIMAU , SINGA, KERA.
DI SABANA : KUDA, JERAPAH,ZEBRA,RUSA
AKTIFITAS MANUSIA
DI DAERAH DATARAN RENDAH : PERTANIAN SAWAH DAN LADANG.
DI DAERAH PEGUNUNGAN : PERKEBUNAN, KEHUTANAN, PETERNAKAN, SAYURAN.
DI DAERAH PANTAI : PERIKANAN, DAN PERTANIAN PASANG SURUT.
Read More ->>

Saturday, January 26, 2013

SEJARAH BUDI UTOMO

Pergerakan Nasional Budi Utomo

Budi Utomo (Boedi Oetomo) adalah sebuah organisasi pergerakan nasional yang paling berpengaruh di Indonesia. Organisasi ini didirikan pada tanggal 20 Mei 1908 oleh sejumlah mahasiswa STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) seperti Soetomo, Gunawan, Cipto Mangunkusumo, dan R.T Ario Tirtokusumo. Tanggal berdirinya Budi Utomo, 20 Mei, sampai sekarang diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional kerena organisasi ini dianggap sebagai organisasi kebangsaan yang pertama.

wahidin sudirohusodo
dr. Wahidin Sudirohusodo

Berdirinya Budi Utomo tak bisa lepas dari peran dr. Wahidin Sudirohusodo, walaupun bukan pendiri Budi Utomo, namun beliaulah yang telah menginspirasi Sutomo dan kawan-kawan untuk mendirikan organisasi pergerakan nasional ini. Wahidin Sudirohusodo sendiri adalah seorang alumni STOVIA yang sering berkeliling di kota-kota besar di Pulau Jawa untuk mengkampanyekan gagasannya mengenai bantuan dana bagi pelajar-pelajar pribumi berprestasi yang tidak mampu melanjutkan sekolah. Gagasan ini akhirnya beliau kemukakan kepada pelajar-pelajar STOVIA di Jakarta, dan ternyata mereka menyambut baik gagasan mengenai organisasi pendidikan tersebut.

Pada hari Minggu tanggal 20 Mei 1908, dihadapan beberapa mahasiswa STOVIA, Sutomo mendeklarasikan berdirinya 
organisasi Budi Utomo. Tujuan yang hendak dicapai dari pendirian organisasi Budi Utomo tersebut antara lain:
  1. Memajukan pengajaran.
  2. Memajukan pertanian, peternakan dan perdagangan.
  3. Memajukan teknik dan industri.
  4. Menghidupkan kembali kebudayaan.
Pada tanggal 3-5 Oktober 1908, Budi Utomo menyelenggarakan kongresnya yang pertama di Kota Yogyakarta. Hingga diadakannya kongres yang pertama ini, BU telah memiliki tujuh cabang di beberapa kota, yakni Batavia, Bogor, Bandung, Magelang, Yogyakarta, Surabaya, dan Ponorogo. Pada kongres di Yogyakarta ini, diangkatlah Raden Adipati Tirtokoesoemo (mantan bupati Karanganyar) sebagai presiden Budi Utomo yang pertama. Semenjak dipimpin oleh Raden Adipati Tirtokoesoemo, banyak anggota baru BU yang bergabung dari kalangan bangsawan dan pejabat kolonial, sehingga banyak anggota muda yang memilih untuk menyingkir.

kongres budi utomo
Suasana kongres pertama Budi Utomo

Dibawah kepengurusan "generasi tua", kegiatan Budi Utomo yang awalnya terpusat di bidang pendidikan, sosial, dan budaya, akhirnya mulai bergeser di bidang politik. Strategi perjuangan BU juga ikut berubah dari yang awalnya sangat menonjolkan sifat protonasionalisme menjadi lebih kooperatif dengan pemerintah kolonial belanda.

Pada tahun 1928, Budi Utomo masuk menjadi anggota PPPKI (Permufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia), suatu federasi partai-partai politik Indonesia yang terbentuk atas prakarsa PNI Sukarno.

Jika dilihat dari keanggotaannya, Budi Utomo sebenarnya adalah sebuah perkumpulan kedaerahan Jawa. Namun sejak konggres di Batavia tahun 1931, keanggotaan Budi Utomo dibuka untuk semua orang Indonesia. Budi Utomo juga membuktikan diri sebagai sebuah organisasi yang bersifat nasional dengan cara bergabung di PBI (Persatuan Bangsa Indonesia). Penggabungan inilah yang kemudian membentuk sebuah organisasi baru bernama PARINDRA (Partai Indonesia Raya).

Meskipun pada masanya Budi Utomo tidak memiliki pamor seterang organisasi-organisasi pergerakan nasional lain seperti Sarekat Islam (SI) atau Indiche Partij (IP). Namun BU tetap memiliki andil yang besar dalam perjuangan pergerakan nasional karena telah menjadi pelopor organisasi kebangsaan. Itulah mengapa hari kelahiran Budi Utomo, 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.


BUKTI BUKTI :

Budi Utomo yang merupakan organisasi modern pertama di Indonesia sebenarnya berawal dari ide dr. Wahidin Sudirohusodo untuk mendirikan studifonds guna menghimpun dana untuk memberikan beasiswa bagi pelajar yang tidak mampu tapi berpotensi. Dalam perkembangannya, ide itu berubah menjadi pendirian sebuah organisasi Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 di gedung STOVIA. Tujuan organisasi Budi Utomo pada awal berdirinya adalah “kemajuan yang harmonis untuk nusa dan bangsa serta Madura

Tujuan tersebut akan dicapai dengan usaha-usaha sebagai berikut:


1. Memajukan pengajaran,
2. Memajukan pertanian, peternakan, dan perdagangan,
3. Memajukan teknik dan industri,
4. Menghidupkan kembali kebudayaan.

Dengan melihat tujuan yang akan dilakukan, menunjukkan bahwa Budi Utomo bukanlah organisasi politik.. Hal ini lebih dipertegas lagi dari hasil kongres I Budi Utomo (Oktober 1908) yang menghasilkan:


1. Budi Utomo tidak melakukan kegiatan politik.
2. Kegiatan Budi Utomo terutama ditujukan pada pendidikan dan kebudayaan.
3. Ruang gerak Budi Utomo terbatas untuk Jawa dan Madura
4. Memilih RT. Tirtokusumo, Bupati Karanganyar, Kebumen sebagai ketua, dan
pusat Budi Utomo di Jogjakarta.

Cita-cita dan pandangan secara bertahap terarah ke bidang politik setelah berdirinya Serikat Islam dan Indische Partij. Sebagai bukti keterlibatan Budi Utmo dalam bidang politik, tampak ketika pada tanggal 5 - 6 Agustus 1915 di Bandung Budi Utomo menetapkan sebuah mosi yang menegaskan perlunya milisi (wajib militer) bagi bangsa Indonesia, karena adanya peristiwa Perang Dunia I. Selain itu, pada bulan Juli 1917 Budi Utomo membentuk Komite Nasional dalam rangka pemilihan anggota Voskraad. Meskipun demikian, secara umum gerak Budi Utomo sangat lamban, barulah pada sekitar tahun 1930 Budi Utomo terbuka bagi seluruh rakyat Indonesia.

Read More ->>

Perbedaan Perlawanan Terhadap Penjajah Sebelum dan Sesudah Tahun 1908

SEJARAH INDONESIA ( Perbedaan Perlawanan Terhadap Penjajah Sebelum dan Sesudah Tahun 1908 )

   
A.    Perbedaan Perlawanan Terhadap Penjajah Sebelum dan Sesudah Tahun 1908.

a. Penjajahan Bangsa Barat
1. Perlawanan Terhadap Penjajah Sebelum Tahun 1908
Bangsa indonesia memliki sejarah yang sangat panjang, hidup dalam kemakmuran dan ketentraman selama berabad abad, kerajaan besar dan kecil banyak berdiri di nusantara seperti sriwijaya dan majapahit, kerajaan yang melambangkan kejayaan dan kemakuran dengan berbagai budaya dan  ajaran seperti hindu budha islam, yang turut menghias nusantara. Pada abad ke 15 nusantara terusik oleh kedatangan bangsa barat dan eropa ke dunia timur termasuk nusantara, karena jalur perdagangan mereka di laut tegah di kuasa oleh turki dan mereka mencari solusi untuk mencari  jalan yakni ke Indonesia timur untuk mencari sendiri barang yang mereka butuhkan. Bangsa eropa pertama yang datang ke indonesia timur adalah Portugis dan Spanyol.mengirim armada untk membawa misi agama perdagangan dan daerah koloni. 17 juni 1494 diadakan perjanjian antara Spanyol-Potugis untuk membagi dunia menjadi 2 belahan jalur pelayaran mereka terkenal denga peranjian tartados de torsilas atau perjanjian tordesilas . Dibuat garis khayal dari sebuah titk yang terletak 370 mil di sebelah barat tanjung  verde melintas dari kutub utara ke kutub selatan. Portugis berangkat ke arah timur sedangkan Spanyol ke arah barat.perjanjian tordesilas dianggap sebaga titik lahirnya  kolonialisasi atau imperialisme di dunia timur oleh bangsa barat.

2. Penjajahan Portugis
Pertama kali menginjakkan kaki pada tahun 1511 di pimpin oleh alfonso d’ alburqueque menaklukkan malaka, menguasi daerah-daerah lainnya di nusantara yang kaya akan rempah-rempah (cengkeh, pala, merica dsb) yang merupakan barang mahal di eropa. Pada 1521 portugis yang mulanya hanya mencari  barang dagangan tetapi malah menaklukkan menguasai dan menjajah bangsa yang ada di nusantara.


3. Penjajahan Spanyol
Armada sanyol sampai di Filipina pada 1521 sampai ke kepulauan Maluku, Tidore pada tahun 1522, walaupun berlayar bertentangan arah namun akhirnya bertemu juga di Maluku, agar tak terjadi perselisihan maka diadakan perjanjian Saragosa pada 22 april 1529. Berdasar perjanjian itu  portugis mennguasai wilayah timur sampai Irian sedangkan Spanyol menguasai mulai Irian ke timur juga Filipina terus ke timur  sehingga Spanyol harus keluar dari kepulauan nusantara,sehingga sepenuhnya adalah kekuasaan Portugis.

4. Penjajahan Belanda 1596-1942
Armada dagang Belanda di bawah pimpinan Cornelis de Houtman pada tahun 1596 berlabuh di Banten. Mulanya mencari barang dagangan atau rempah rempah akan tetapi kemudian Belanda bukan sekedar ingin berdagang biasa ,melainkan ingin menguasai dan menjajah Nusantara. Tahun 1596 awal penjajahan Belanda di Nusantara yang berlangsung kurang kebih 350 tahun. Kemudian mendirikan persekutuan dagang yang bernaa VOC (vereeningde oost-indische compagnie) atau persekutuaan dagang  India timur yang dibantu oleh pemerintahan belanda. VOC menguasai dan mengekploitasi ekonomi di Indonesia dari tahun 1602 – 1799. Selain memiliki kekusaan untuk memonopoli perdagangan VOC juga memiliki kekuatan militer untuk menghadapi perlawanan dan persaingan dagang.


Ketika terjadi peselisihan antara pangeran Jayakarta dan Banten dengan Belanda pada tahun 1619, kota Jayakarta dibakar oleh Belanda dibawah pmpinan Jan Pieterzoon Coen. Tahun 1619 Belanda membangun kota di atas puing-puing Jayakarta yang diberi nama Batavia.Kekuasaan Belanda tahun 1799 diambil alih oleh pemerintah Belanda dari VOC. VOC mengalami kerugian yang besar yang menyebabkan kebangkrutan dan dibubarkan. Sebelumnya penjajahan Belanda atas Indonesia dilakukan oleh VOC, sejak tahun 1799 secara resmi dilakukan oleh pemerintahan Belanda. Penjajahan belanda 1811-1816.

5. Penjajahan Prancis
Prancis menjajah Indonesia tidak secara langsung namun secara tidak langsung  hal ini di karenakan Belanda kalah oleh Prancis dalam perang di negaranya. Battafsce republik (17991807)  dihapuskan oleh Napoleon Bonaparte  dan diganti dengan koningkrijk holland (kerajaan belanda ) di bawaah kekuasaaan adiknya yaitu Loeis Napoleon. Akhirnya Indonesia menjadi bagian dari penjajahan koningkirjk holland yang berarti secara tidak langsung menjadi jajahan prancis,pada masa ini gubernur jendral daendels dikirim ke indonesia.


6. Penjajahan Inggris 1811-1816
Tahun 1811 Inggris menyerang Hindia Belanda menaklukkan kota Batavia. Jendral Belanda Jansens menyerah tanpa syarat kepada Inggris. Pemerintah Inggris di Indonesia dijalankan oleh letnan gubernur Thomas Stamford Raffles. Penjajahan Inggris di Indonesia hanya 6 tahun hal ini karena adanya perjanjian convention of  london. Tahun 1814 Inggris mengembalikan semua daerah jajahan Belanda ke pihak Belanda lagi. Peristiwa ini karena kalahnya Napoleon Bonapoarte kaisar Prancis dalam pertempuran di Leipzing Inggris menyerahkan Indonesia pada Belanda pada tahun 1816  saat itu yang menjadi pemimpi Inggris di Indonesia adalah letnan gubernur Jhon Fendhal.


7. Penjajahan Belanda ke-2 1816-1942



Berdasarkan convention of london 1814 Belanda berkuasa kembali di Indonesia.penjajahan dan eksploitasi manusia dan sumber daya alam manusia dimulai lagi oleh pemerintah Belanda. Sistem eksploitasi yang dilakukan oleh Belanda disebut sistem tanan paksa. Pada masa dimana modal modal swasta liberal masuk ke Indonesia dan masa penerapan politik etis. Penjajahan Belanda pada masa periode kedua berlangsung kurang lebih 26 tahun. Penjajahan berakhir ketika bala tentara Jepang menyerang ke Indonesia dibawah pimpinan jendral Imamura. Belanda menyerah kepada Jepang 10 maret 1942, Belanda yang diwakili oleh gubernur jendral t.j. arda van starkenborgh dan letnan jendral ter poorten menyerah tanpa syarat kepada tentara Jepang di Kalijati Subang Jawa Barat. Dengan menyerahnya Belanda berakhirlah penjajahan Belanda tahun 1596 sampai 1942 atau sekitar 3,5 abad, dan dimulailah masa penjajah jepang yang tak kalah kejamnya.



b. Perjuangan Sebelum Kebangkitan Nasional


1. Perjuangan Melawan Portugis
Perjuangan pertama dlakukan oleh rakyat malaka, Johor, Aceh, Maluku, Demak dan Sunda Kelapa.
a. Perjuanagn Rakyat Malaka
Pada tahun 1511 dibawah pimpinan Sultan Mahmud Syah I melakukan perlawanan terhadap Portugis  namun Malaka dapat di desak hingga menyingkir ke pulau Bintan. Akhirnya Malaka jatuh ke portugis pada 1511. Pada 1526 pulau Bintan diserbu oleh Portugis  Sultan Mahmud Syah I  lari ke pulau Kampar hingga wafatnya 1528.


b. Perjuangan Rakyat Johor
Dipimpin oleh Alaudin Ri’ayat Syah II mulai tahun 1530 kemudian dilanjutkan Abdul Jalil Syah I (1580-1597) dapat menangkis serangan Portugis.


c. Perjuangan Rakyat Demak
Dipimpin oleh Dipati Unus. Pada tahun 1512-1523. Melakukan perlawanan terhadap Portugis, dibantu oleh armada Aceh, Palembang, dan Bintan. Berusaha merebut keembali Malaka namun tidak berhasil


d. Perjuangan Rakyat Maluku
Berhasil menaklukkan Malaka tahun 1511 kemudian menuju ke Maluku Utara karena sebagai penghasil rempah-rempah. Tahun 1512 Portugis mengadakan hubungan dagang dengan Sulatan Harun dari Ternate. Portugis ternyata memonopoli perdagangan, memeras dan menindas rakyat, penyebaran agama Kristen secara paksa sehingga membuat rakyat melakukan perlawanan. Tahun 1550 rakyat Ternate dibawah pimpinan Sultan Hairun melakukan perlawanan. Portugis menipu dan membunuh Sultan Hairun dnegan dalih untuk mengadakan perundingan. Perjuangan diteruskan oleh Sultan Baabullah, putra Sultan Hairun. Tahun 1570-1575 Ternate, Tidore, dan Halmahera bersatu padu melawan Portugis. Tanggal 18 Desember 1577 rakyat Ternate berhasil mengusir Portugis dari Ternate.


e. Perjuangan Rakyat Sunda Kelapa
Fatahillah seorang ulama dari Demak yang menyebarkan agama islam di Jawa Barat memimpin rakyat melakukan perlawanan terhadap Portugis. Tahun 1527 Fatahillah menyerang orang-orang Portugis di Sunda Kelapa dan berhasil mengalahkannya. Portugis terusir kembali ke Malaka. Sunda Kelapa diganti menjadi Jayakarta oleh Fatahillah kemudian berdirilah kerajaan Banten.

2. Perjuangan Menentang Penjajah Belanda
Perjuangan menentang Belanda menggunakan kekerasan senjata dimulai sejak awal abad ke tujuh belas sampai abad dua puluh. Pada abad ke-16 penentangan dilakukan oleh :


  1. Sultan Agung dari Mataram (1613-1645)
  2. Sultan Hasanuddin dari kerajaan Goa Sulawesi Selatan (1667)
  3. Sultan Ageng Tirtayasa (1684)
  4. Sultan Iskandar Muda dari Aceh (1635)
  5. Untung Suropati dan Trunojoyo (1670)
  6. Ibnu Iskandar dari Minangkabau (1680)


Yang berjuang pada abad ke-19 antara lain :


  1. Pattimura dari Maluku (1817)
  2. Pangeran Diponegoro (1825-1830)
  3. Imam Bonjol dari Minangkabau (1822-1837)
  4. Sultan Badaruddin dari Palembang (1817)
  5. Pangeran Antasari dari Kalimantan (1860)
  6. Jelantik dari Bali (1850)
  7. Anak Agung Made dari Lombok (1895)
  8. Teuku Umar, Teuku Cik Di Tiro, Cut Nyak Dien (1873-1904)
  9. Si singamangaraja dari Batak (1900)
Perlawanan membawa kerugian besar bagi pihak Belanda. Pengorbanan harta benda dan jiwa sangat besar juga dari Indonesia. Sampai awal abad ke-20 Belanda tidak dapat terusir dari tanah air Indonesia.

c. Kelemahan perjuangan Bangsa Indonesia :


  1. Bersifat lokal atau kedaerahan
Artinya terbatas daerah tertentu saja. Tidak ada koordinasi antara pejuang satu daerah dengan daerah lain :
  1. Perlawanan secara sporadic dan tidak serentak
  2. Perlawanan dipimpin oleh pimpinan kharismatik sehingga tidak ada yang melanjutkan
  3. Sebelum masa 1908 perlawanan menggunakan kekerasan senjata
  4. Para pejuang di adu domba oleh penjajah (devide et impera politik memecah belah bangsa Indonesia)
B. Perlawanan terhadap penjajah setelah tahun 1908


1. Penjajahan Jepang 1942-1945
Kedatangan Jepang semula disambut gembira karena dianggap sebagai tentara pembebas yang akan melepaskan belenggu rakyat Indonesia dari belenggu penjajahan belanda propagandanya menyatakan bahwa jepang (Nippon) adalah saudara tua, pemimpin asia, pelindung asia, dan untuk kemakmuran asia. Pada awalnya  memperoleh simpati rakyat namun pada akhirnya menjajah dan mengeksploitas dengan sangat kejam, masa penjajahannya hanya 3,5 tahun namun membuat bangsa Indonesia sangat menderita. Penjajahan Jepang berakhir saat jepang harus menyerah tanpa syarat terhadap sekutu pada tanggal 14 agustus 1945 setelah secara berturut-turut Hiroshima dan Nagasaki dijatuhi bom atom oleh amerika serikat tanggal 6 dan 9 agustus 1945.


2. Penderitaan di Bawah Penjajahan
Selama berabad-abad mendatangkan penderitaan bangsa Indonesia bangsa penjajah memperlakukan rakyat Indonesia semena-mena tidak lagi ada kemerdekaan, kebebasan, dan kedaulatan hanya ada pemaksaan, penindasan, eksploitasi tenaga manusia, eksploitasi kekayaan tanah air yang keuntungannya untuk kepentingan bangsa penjajah. Portugis pertama kali datang ke Indonesia memonopoli perdagangan di Indonesia selalu memaksakan keinginannya dengan jalan kekerasan mereka menaklukan kerajaan-kerajaan yang tak mau tunduk.


Bergantinya penjajahan dari Portugis ke Belanda hasilnya semakin buruk jauh lebih buruk dan lebih lama dan penjajahan yang dilakukan oleh VOC menerapakan beberapa kebijakan yang sangat merugikan, antara lain:


1. Sistem monopoli perdagangan ( menguasai seluruh perdagangan)
2. Kerja rodi ( kerja paksa tanpa upah)
3. Pungutan pajak yang sangat memberatkan rakyat
4. Wajib tanam kopi untuk perdagangan VOC
5. Pelayaran Hongi ( mendayung perahu kora-kora di perairan maluku)
6. Ekstripasi ( penebangan tanaman yang melanggar aturan monopoli )
7.Tanam paksa ( menanam tanaman keperluan ekspor VOC ke Eropa)


Rakyat sangat menderita karena harus kerja rodi menyerahkan semua hasil tanamn dan itu berlangsung lama rakyat akhirnya kelaparan dan akhirnya meninggal dunia. Penyerahan pajak ke VOC harus dalam bentuk barang yaitu hasil pertanian mereka bukan dalam bentuk uang seperti sistem pajak tanah. Vandenbosch berpendapat bahwa sistem ini dapat menaikan tanaman dagangan yang dikirim ke Belanda, menguntungkan rakyat tidak lagi harus membayar pajak tanah.
Ketentuan tanam paksa sebagai berikut :
a. Menyediakan sebagian dari tanahnya untuk menanam tanaman yang dapat dijual di pasaran eropa.
b. Bagian dari tanah pertanian untuk tujuan ini tidak boleh melebihi sperlima dari tanah pertanian.
c. Waktu pengerjaan tanaman wajib tidak boleh melebihi waktu penanaman padi.
d. Bagian dari tanah untuk menanam tanamamn wajib dibebaskan dari pembayaran pajak tanah.
e. Tanaman wajib diserahkan kepada pemerintah hindia belanda jika ditaksir melebihi pajak tanah yang harus dibayar maka selisih akan dikembalikan.
f. Panen yang gagal akan dibebankan pada pemerintah.
g. Pengerjaan tanah di bawah pengawasan kepala pemerintah.
Dalam prakteknya ketentuan-ketentuan tersebut diselewengkan oleh para pegawai pemerintah Hindia Belanda dan para pemimpin pribumi yang mencari keuntungan untuk kepentingan mereka sendiri tanam paksa sangat menyengsarakan rakyat.


  1. Perjuangan Setelah Kebangkitan Nasional
Tanggal 20 Mei 1908 adalah hari lahirnya organisasi social pertama di Indonesia, yaitu Budi Oetomo. Tangggal kelahiran Budi Oetomo dianggap sebagai dimulainya Kebangkitan Nasional karena menggunakan strategi perjuangan yang baru dan berbeda dengan perjuangan sebelumnya.
Ciri-ciri perjuangan bangsa Indonesia setelah tahun 1908 :


  1. Perjuangan dlakujan dengan menggunakan organisasi, bukan menggunakan kekerasan
  2. Para pemimpin berasal dari kaum intelektual, bukan raja atau sultan
  3. Rasa persatuan dan kebangsaan sudah mulai tumbuh. Perjuangan tidak bersifat kedaerahan lagi.
Menurut Ismaun (1986:42), tumbuhnya kesadaran kebangsaan bangsa Indonesia di percepat oleh faktor :
  1. Perlawanan bangsa Filipina terhadap Spanyol pada tahun 1989
  2. Kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1885
  3. Kegiatan Partai Kongres di India melawan Inggris tahun 1885
  4. Bangkitnya Kemal Pasha di Turki pada tahun 1881
  5. Keberhasilan dr. Sun Yat Sen dalam mendirikan Republik Cina pada tahun 1911
  6. Pecahnya Perang Dunia I
  7. Didirikannya Volksraad (DPR) oleh Belanda tahun 1911
Sejak Budi Oetomo berdiri pada tahun 1908, di Indonesia kemudian berdiri beberapa organisasi yang bercorak budaya, politik, maupun keagamaan.
  1. Budi Oetomo
Budi Oetomo berdiri pada tanggal 20 Mei 1908. Didirikan oleh para mahasiswa STOVIA di Jakarta. Diprakarsai oleh gerakan dr. Mas Ngabehi Wahidin Sudirohusodo yang sebelumnya memulai kampanye untuk meningkatakan martabat rakyat dengan cara membentuk dana pelajar. Ketuanya dipilih Sutomo.
Budi Oetomo tidak pernah mendapat dukungan massa sehingga kedudukannya di politik kurang penting. Namun Budi Oetomo dipandang sebagai induk Kebangkitan Nasional karena Budi Oetomo pelopor berdirinya organisasi nasional.
  1. Sarekat Islam
Sarekat Islam semula bernama Sarekat Dagang Islam. Berdiri pada tahun 1911 di Solo oleh Haji Samanhudi. Sarekat Islam didirikan untuk melawan pedagang Cina dan untuk menentang penghinaan terhadap rakyat Bumiputra. Sarekat Islam juga didirikan untuk menentang kristenisasi dan melakukan perlawanan terhadap kecurangan para pejabar Eropa dan Bumiputra.
Gerakan Sarekat Islam berani memperjuangkan kebenaran dan keadilan terhadap penindasan penjajah kepada pihak Indonesia. Sehingga Sarekat Islam dapat dengan cepat menarik massa. Sarekat Islam merupakan organisasi massa yang pertama di Indonesia. Penggerak Sarekat Islam yang terkenal adalah Haji Oemar Said Tjokroaminoto, Haji Samanhudi, dan Suryopranoto.
2.      Indische Partij
Didirikan pada 25 Desember 1912. Pendirinya adalah Douwes Dekker yang terkenal dengan nama Danudirdja Setyabudi. Tokoh Indische Partij lainnya adalah dr. Tjipto mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat.
Indische Partij berpijak pada asas nasionalisme yang mencita-citakan Indonesia merdeka, sehingga menarik banyak massa. Paham nasionalismenya dikenal dengan istilah Indische Nationalisme. Indische Partij dikenal sebagai partai politik pertama di Indonesia. Organisasi ini bersifat agak radikal sehingga pemerintah Hindia Belanda bersifat tegas dan dianggap sebagai organisasi terlarang. Para pemimpin Indische Partij juga dibuang ke Belanda. Setelah itu Indische Partij diganti namanya menjadi Partai Insulinde, namun tidak berpengaruh lagi terhadap rakyat.
3.      Gerakan Pemuda
Gerakan pemuda sebelumnya oleh Budi Oetomo, namun karena lebih didominasi oleh golongan tua, maka para golongan muda keluar. Dan gerakan pemuda sebenarnya adalah Tri Koro Darmo yang berdiri di Jakarta pada tanggal 7 Maret 1915 oleh dr. R. Satiman Wiryosandjojo, Kadarman, dan Sunardi. Tri Koro Darmo memiliki arti tida tujuan mulai, yaitu: sakti, budhi, dan bakti. Tujuan perkumpulan ini adalah mencapai Jawa Raya dengan memperkokoh rasa persatuan anatara pemuda Jawa, Sunda, Madura, Bali, dan Lombok.
Azas Tri Koro Darmo adalah:
  1. Menumbuhkan pertalian antara murid-murid Bumiputra pada sekolah menengah, dan kurus-kursus perguruan kejuruan dan sekolah rakyat.
  2. Menambah pengetahuan umu bagi anggota-anggoatanya
  3. Membangkitkan dan mempertajam perasaan unutk segala bahasa dan buadaya Indonesia.
Dalam Kongres di Solo, mulai 12 Juni 1918 Tri Koro Darmo berubah nama menjadi Jong Java. Jong Java bertujuan mendidik para anggotanya agar dapat mebnagun Jawa Raya dengan cara mempererat persatuan, menambah pengetahuan anggota dan menumbuhkan cinta pada budaya sendiri.
Organisasi Pemuda Indonesai di luar negeri yang paling terkenal adalah Perhimpunan Indonesia. Perhimpunan Indonesia berpusat di Belanda dan menyampaikan informasi ke dunia luar tentang perjuangan rakyat Indonesia. Perhimpunan Indonesia mempunyai arah ke politik terutama ketika dipimpin oleh Muhammad Hatta dan A. Subardjo.
4.      Partai Nasional Indonesia
PNI didirikan pada tanggal 4 Juli 1927 oleh Ir. Soekarno dan kawan-kawan. Partai ini bersifat radikal. Tujuan dari PNI adalah bekerja untuk kemerdekaan Indonesia yang akan dicapai dengan asas percaya pada diri sendiri. Dengan asas ini PNI bersikap nonkoperatif, artinya tidak mau bekerjasama atau iku serta dengan dewan-dewan bentukan Belanda.
Dalam kongres PNI pertama tanggal 27-30 Mei di SurabayaIr. Soekarno terpilih sebagai ketua Pengurus Besar PNI. Cita-cita PNI untuk menggalang persatuan bukan hanya mempengruhi pikirn organisasi-organisasi politik lainnya, melainkan juga berpengaruh positif pada organisasi pemuda yang kemudian mengadakan sumpah pemuda, dan organisasi persatuan wanita yang kemudian membentuk Perserikatan perempuan Indonesia.
Kemajuan PNI dalam membawa rakyat untuk memperjuangkan kemerdekaan membuat pemerintah kolonial Belanda merasa cemas. Akhirnya mereka menangkapi para tokoh dan anggota PNI pada 29 Desember 1929.
5.      Fraksi Nasional
Fraksi nasional dalan volksraad didirakan pada 27 Januari 1930 di jakarta yang beranggotakan 10 orang anggota volksraad dengan ketua Moh. Husni Thamrin.
Fraksi nasional mempunyai tujuan untuk menjamin adanya kemerdekaan nasional yakni:
a.       Mengusahakan perubahan-perubahan ketatanegaraan.
b.      Berusaha menghapuskan perbedaan-perbedaan politik, ekonomi, dan intelektual sebagai antithese colonial.
c.       Mengusahakan kedua hal tersebut di atas dengan cara-cara yang tidakbertentangan dengan hukum.
      4.      Menjelang Proklamasi Kemerdekaan
Ketika Belanda menyerah kepada jepang pada tanggal 8 Maret 1942, maka berakhirlah masa pemerintahan kolonial Belanda dan dimulainya pemerintahan Jepang. Kedatangan Jepang di Indonesia disambut baik oleh rakyat Indonesia karena berharap dapat melepaskan diri dari penderitaan yang berkepanjangan.
Factor yang mendorong rakyat Indonesia mau bekerjasama dengan Jepang antara lain karena Jepang yang kuat diharapkan dapat membantu Indonesia yang lemah, selain itu sikap keras pemerintah koloniah Belanda menjelang akhir masa kekuasaanya yang tidak memberikan harapan kemerdekaan kepada para pejuang pergerakan nasional.
Keinginan bangsa Indonesia untuk merdeka memuncak pada tahun 1945. Akan tetapi terjadi perbedaan pendapat antara golongan muda dengan golongan tua. Golongan tua menginginkan kemerdekaan yang tanpa pertumpahan darah dan tetap bekerjasama dengan Jepang. Sementara golongan muda menginginkan kemerdekaan yang tanpa campur tangan dari Jepang.
Akhirnya setelah mendengar berita penyarahan Jepang kepada sekutu, golongan muda langsung mendesak Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan. Akan tetapi , Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta malah menginginkan masalah itu dibicarakan dulu dalam rapat PPKI. Pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 di Jl. Pegangsaan Timur No. 56, teks proklamasi  kemerdekaan dibacakan oleh Ir. Soekarno dengan disaksikan oleh para tokoh pejuang Indonesia. Dengan dibacakanya teks proklamasi itu, maka bangsa Indonesia resmi menjadi bangsa yang merdeka, berdaulat, dan lepas dari belenggu penjajahan.

Read More ->>

Thursday, January 17, 2013

Faktor Internal dan Eksternal yang Menyebabkan Pergerakan Indonesia

1. Faktor Ekstern
Timbulnya pergerakan nasional Indonesia di samping disebabkan oleh kondisi dalam negeri, juga ada faktor yang berasal dari luar (ekstern). Berikut ini faktor-faktor ekstern yang memberi dorongan dan energi terhadap lahirnya pergerakan nasional di Indonesia

a. Kemenangan Jepang atas Rusia Selama ini sudah menjadi suatu anggapan umum jika keperkasaan Eropa (bangsa kulit putih) menjadi simbol superioritas atas bangsa-bangsa lain dari kelompok kulit berwarna. Hal itu ternyata bukan suatu kenyataan sejarah. Perjalanan sejarah dunia menunjukkan bahwa ketika pada tahun 1904-1905 terjadi peperangan antara Jepang melawan Rusia, ternyata yang keluar sebagai pemenang dalam peperangan itu adalah Jepang. Hal ini memberikan semangat juang terhadap para pelopor pergerakan nasional di Indonesia.

b. Partai Kongres India Dalam melawan Inggris di India, kaum pergerakan nasional di India membentuk All India National Congress (Partai Kongres India), atas inisiatif seorang Inggris Allan Octavian Hume pada tahun 1885. Di bawah kepemimpinan Mahatma Gandhi, partai ini kemudian menetapkan garis perjuangan yang meliputi Swadesi, Ahimsa, Satyagraha, dan Hartal. Keempat ajaran Ghandi ini, terutama Satyagraha mengandung makna yang memberi banyak inspirasi terhadap perjuangan di Indonesia.

c. Filipina di bawah Jose Rizal Filipina merupakan jajahan Spanyol yang berlangsung sejak 1571 – 1898. Dalam perjalanan sejarah Filipina muncul sosok tokoh yang bernama Jose Rizal yang merintis pergerakan nasional dengan mendirikan Liga Filipina. Pada tahun 1892 Jose Rizal melakukan perlawanan bawah tanah terhadap penindasan Spanyol. Tujuan yang ingin dicapai adalah bagaimana membangkitkan nasionalisme Filipina dalam menghadapi penjajahan Spanyol. Dalam perjuangannya Jose Rizal dihukum mati pada tanggal 30 Desember 1896, setelah gagal dalam pemberontakan Katipunan. Sikap patriotisme dan nasionalisme yang ditunjukkan Jose Rizal membangkitkan semangat rela berkorban dan cinta tanah air bagi para cendekiawan di Indonesia.

d. Gerakan Nasionalisme Cina Dinasti Manchu (Dinasti Ching) memerintah di Cina sejak tahun 1644 sampai 1912. Dinasti ini dianggap dinasti asing oleh bangsa Cina karena dinasti ini bukan keturunan bangsa Cina. Masuknya pengaruh Barat menyebabkan munculnya gerakan rakyat yang menuduh bahwa Dinasti Manchu sudah lemah dan bekerja sama dengan imperialis Barat. Oleh karena itu muncul gerakan rakyat Cina untuk menentang penguasa asing yaitu para imperialis Barat dan Dinansti Manchu yang juga dianggap penguasa asing. Munculnya gerakan nasionalisme Cina diawali dengan terjadinya pemberontakan Tai Ping (1850 – 1864) dan kemudian disusul oleh pemberontakan Boxer. Gerakan ini ternyata berimbas semangatnya di tanah air Indonesia.

e. Gerakan Turki Muda Gerakan nasionalisme di Turki pada tahun 1908 dipimpin oleh Mustafa Kemal Pasha. Gerakannya dinamakan Gerakan Turki Muda. Ia menuntut adanya pembaruan dan modernisasi di segala sektor kehidupan masyarakatnya. Gerakan Turki Muda memberikan pengaruh politis bagi pergerakan bangsa Indonesia sebab mengarah pada pembaruan-pembaruan dan modernisasi.

2. Faktor Intern

a. Sejarah Masa Lampau yang Gemilang Indonesia sebagai bangsa telah mengalami zaman nasional pada masa kebesaran Majapahit dan Sriwijaya. Kedua kerajaan tersebut, terutama Majapahit memainkan peranan sebagai negara nasional yang wilayahnya meliputi hampir seluruh Nusantara. Kebesaran ini membawa pikiran dan angan-angan bangsa Indonesia untuk senantiasa dapat menikmati kebesaran itu. Hal ini dapat menggugah perasaan nasionalisme golongan terpelajar pada dekade awal abad XX.

b. Penderitaan Rakyat Akibat Penjajahan Bangsa Indonesia mengalami masa penjajahan yang panjang dan menyakitkan sejak masa Portugis. Politik devide et impera, monopoli perdagangan, sistem tanam paksa, dan kerja rodi merupakan bencana bagi rakyat Indonesia. Penderitaan itu menjadikan rakyat Indonesia muncul kesadaran nasionalnya dan mulai memahami perlunya menggalang persatuan. Atas prakarsa para kaum intelektual, persatuan itu dapat diwujudkan dalam bentuk perjuangan yang bersifat modern. Perjuangan tidak lagi menggunakan kekuatan senjata tetapi dengan menggunakan organisasi-organisasi pemuda.

c. Pengaruh Perkembangan Pendidikan Barat di Indonesia Perkembangan sistem pendidikan pada masa Hindia Belanda tidak dapat dipisahkan dari politik etis. Ini berarti bahwa terjadinya perubahan di negeri jajahan (Indonesia) banyak dipengaruhi oleh keadaan yang terjadi di negeri Belanda. Tekanan datang dari Partai Sosial Demokrat yang di dalamnya ada van Deventer. Pada tahun 1899, Mr. Courad Theodore van Deventer melancarkan kritikan-kritikan yang tajam terhadap pemerintah penjajahan Belanda. Kritikan itu ditulis dan dimuat dalam jurnal Belanda, de Gids dengan judul Een eereschuld yang berarti hutang budi atau hutang kehormatan. Dalam tulisan tersebut dijelaskan bahwa kekosongan kas negeri Belanda telah dapat diisi kembali berkat pengorbanan orang-orang Indonesia. Oleh karena itu, Belanda telah berhutang budi kepada rakyat Indonesia. Untuk itu harus dibayar dengan peningkatan kesejahteraan melalui gagasannya yang dikenal dengan Trilogi van Deventer. Apakah kalian masih ingat dengan isi Trilogi van Deventer? Politik yang diperjuangkan dalam rangka mengadakan kesejahteraan rakyat dikenal dengan nama politik etis. Untuk mendukung pelaksanaan politik etis, pemerintah Belanda mencanangkan Politik Asosiasi dengan semboyan unifikasi. Politik Asosiasi berkaitan dengan sikap damai dan menciptakan hubungan harmonis antara Barat (Belanda) dan Timur (rakyat pribumi). Dalam bidang pendidikan, tujuan Belanda semula adalah untuk mendapatkan tenaga kerja atau pegawai murahan dan mandor-mandor yang dapat membaca dengan gaji yang murah. Untuk kepentingan tersebut Belanda mendirikan sekolah-sekolah untuk rakyat pribumi. Dengan demikian, jelaslah bahwa pelaksanaan politik etis tidak terlepas dari kepentingan pemerintah Belanda. Sistem pengajaran kolonial dibagi dalam dua jenis yaitu pengajaran pendidikan umum dan pengajaran kejuruan. Keduanya diselenggarakan untuk tingkat menengah ke atas. Berikut ini contoh-contoh sekolah yang didirikan pada zaman kolonial Belanda.
Read More ->>

Pages

Powered by Blogger.

Search

Blogger templates